Selasa, 19 Juli 2016

Ali Al Jufri Al Yamani



Alhamdulillah... saya tidak bisa berbuat atau berucap atas kebahagiaan ini, setelah bertemu beliau, bermuwajjahah memeluknya, menimba ilmu bersamanya, meski hanya satu minggu berada di Khartoum, hapir tidak percaya atas kedatangan beliau, rasanya seperti mimpi.
Hanya rasa syukur yang tiada tara atas kenikmatan ini.
Dua bulan yang lalu sa sering mendengar pengajian beliau melalui youtube atau rekaman-rekaman yang di share pelajar di sini, dan sa mempunyai keinginan bertemu dengan beliau al habibuna Ali Al Jufri Al Yamani, beliau sangat masyhur di kalangan pelajar, peliau termasuk Dai Internasional, Beliau murid dari Habib Abdul Qodir Assegaf Al Yamani, setelah ini beliau melanjutkan belajar ke Habib Umar Bin Salaim.


Sedikit ucapan beliau kemaren sewaktu muhadhoroh..


Kita mencintai Rosul karena Rosul di cintai oleh Allah.
Begitu juga dengan Ka'bah.
Kita mencintai Ka'bah ( Baitul Maqdis ).
Ada yang beranggapan bahwa kita mencintai Rosul atau orang salih dengan berlebihan di angap ghillu, ini adalah salah satu kesalahan berfikir, karena sejatiya MENCINTAI mereka. "Rosul dan orang-orang Salih" adalah MENCINTAI Allah.


Sama hal nya ketika kita mencintai setiap manusia, karena memang ciptaan Tuhan.
Yang kita benci bukan manusianya tapi sifat kufurnya dan kesesatannya. Jadi apabila kita disakiti maafkanlah karena cinta pada penciptanya.


Apabila CINTA maka apapun akan kita terima, kita di beri bahagia menambah rasa CINTA begitu pula di beri penderitaan, maka akan bertambah pula rasa kepada sang pencipta.


Iblis belum memahami betul apa itu CINTA sehingga ia di perintahkan untuk sujud kepada nabi adam ia menolaknya.
andaikan ia CINTA apapun akan ia lakukan demi kekasihnya.


Sejatinya Islam adalah mahabbah dan menyebarkannya sehingga banyak orang-orang masuk Islam karena melihat mahabbah ini.


Wallahu ta'ala a'lam..


#Mahabbah#RasaCinta#KeCintaan

Senin, 11 Juli 2016

Tulisan Ngawur

pagi ini jam satu dini hari tefikir untuk membuka blog yang udah hampir setengah tahun lamanya tidak pernah saya buka sama sekali apa lagi memosting sebuah tulisan di tengah padatnya jam kuliah dan pekerjaan yang saya jalani.
akhir -akhir ini rutinitas yang sangat padat membuat saya lupa akan kecintaan saya di dunia penulisan atau bacaan. banyak sekali buku bertumpukan di sebelah tempat tidur yang biasanya saya baca untuk mengantarkan saya ke dalam mimpi dibawah tumpukan tanggung jawab yang begitu besar. namun apalah daya saya hanya manusia biasa bukan superman yang bisa secepat kilat mengerjakan segala sesuatunya.
didunia bisnis yang saya geluti sekarang ini tidak banyak menyita waktu saya untuk masuk jam kuliah tepak pada waktunya, tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya saya sering sekali nitib absen kepada kawan bahkan pernah saya dalam satu semester hanya masuk dua minggu sebelum ujian semester.
saya merasa yang saya lakukan tahun lalu sangat bodoh menyianyiakan banyak waktu untuk bekerja di bandingkan untuk menuntut ilmu, tapi sekarang ini saya sangat bersyukur di tahun akhir masa perkuliah mendapatkan sebuah bisnis yang menarik simpel tak banyak menyita waktu fikiran dan tenaga, hanya mengunakan hp dan kuota internet bisa saya kerjakan di mana saja dan kapan saja.
mamah saya selalu mengingatkan!! "nak.. hati-hati ya dengan dunia, boleh engkau berbisnis tapi jangan terlalu cinta ! ingat nak niat kamu kesana untuk menuntut ilmu, jadi secukupnya saja." kata-kata itu selalu terlintas di pikiran saya namun sayang, baru sekarang ini aku sadar betapa hinanya saya yang di gelapkan oleh duniawi.
dari kesalahan ini saya bisa mengambil hikmah toh ternyata uang yang saya kumpulkan selama ini ya cukup segitu-segitu saja, mungkin bisa banyak kalau tidak saya gunangan untuk jalan-jalan mengelilingi beragai negara. tapi saya sangat bersyukur sekali dengan hasil jerih payah saya sendiri bisa berziarah ke makam Rasul Muhammad SAW, semoga tahun ini saya di pangil oleh Allah untuk bertemu kekasihnya yang ke dua kalinya, amin.
kayaknya waktu sudah mulai pagi dan mata sudah sangat lelah setelah melakukan banyak aktifitas hari ini. wassalam....

Selasa, 01 September 2015

PUISI

Senandung rindu kian menderu.
Mencakar seluruh ruang kalbu.
Menyita otak yang terus terpaku.
Oh.. rindu...
Rindu ini membara olehmu.
Rindu ini selalu menggangguku.
Rindu yang tak pernah pupus hingga akhir waktu.

Khartoum 08.45 19/11/2014


Kamu yang terus masuk kedalam jiwaku.
Melukis kisah tentangmu.
Menumbuhkan seluruh inspirasiku.
Iya kamu..
Kamu yang selalu ada di setiap waktuku.
Iya kamu..
Yang tercipta untukku.
Kamu..
I Love You..

Khartoum 09.02 9/19/2014

Kamis, 09 Juli 2015

Ganjen



Ganjen, bisa diartikan Genit, binal, dan kata sejenisnya. Istilah ini biasanya ditunjukan pada kaum wanita yang genit. Akan tetapi terkadang juga digunakan untuk kaum laki-laki yang binal.
Ganjen sendiri kalo di tengok dari visual artikata bisa banyak makna seperti, genit, kemayu, bergaya, mentel, centil.
Itu aja sih.
Kemaren sempat bertanya kepada salah seorang mahasiswi, menurut dia ganjen sendiri adalah SKSD alias sok kenal sok deket. Matanya jelalatan kemana – mana,  sok perhatian, dan caper, pkoknya gak enak di lihat gitu lah. (yah gak jadi PD kate dah gw wkwk)
Ada juga yang mengatakan kalo cowok atau cewek ganjen itu gagal focus, alias tidak konsen sama pasangannya dalam artian matanya jelalatan masih memilah milih banyak suka yang lain.
Kalo menurut saya sendiri ganjen itu apa yak, identik dengan mengoda seseorang yang tidak di kenal, atau serig mengatakan haiii kamu cantik deh, masak ya gitu ?? tau dah..
Intinya kalo menurut saya sendiri gak ada cewek atau cowok ganjen, yang ada hanya ingin berkenalan lebih dekat, mungkin saja caranya yang kurang tepat sehinggak membuat orang tersebut tidak merasa nyaman.
Ada juga seseorang yang memang dekat sama siapa saja, entah itu sama tante tante atau sama gadis, tapi belom tentu dianya ganjen atau apa, melainkan hanya ingin menyambung silaturrohmi antar sesama.
Jadi kesimpulannya jangan hanya melihat dari priku seseorang kita belom tentu benar dan tetaplah diam !!! sebelum mendapatkan kebenaran.

Rabu, 22 April 2015

10 Niat Untuk Menikah

Hei.. sobat blogger dimanapun kalian berada, kali ini saya ada cara agar kita di mudahkan untuk mendapatkan jodoh yang pastinya soleh ataupun solihah, insyaAllah.

Terkadang kita di bingungan dengan siapa dan bagai mana jodoh kita, entah yang cantik, tampan, pintar, putih bahkan ada yang berkeinginan mendapatkan hafidz maupun hafidhoh, akantetapi, semua kembali kepada niat kita masing-masing kalau menginginkan jodoh yang baik.

Seperti kisah teman saya sebut saja Tajul (nama samaran bukan nama asli) yang sudah lama mencari jodoh bahkan sudah 7 kali di jodohkan, namun belom ada yang cocok satu pun, dan akhirnya teman saya tersebut sowan ke kiainya, Tajul menceritakan berbagai macam masalahnya, nah di situ si Tajul mendapatkan banyak wejangan.

Dari situ Tajul baru menyadari bahwa niatannya untuk menikah belum tepat seperti yang di perintahkan Allah SWT atau di sunnahkan Rosul SAW.

Selain cerita dari Tajul, para pembaca setia, saya juga mengalami hal yang serupa, untuk tidak jadi menikah, namun tidak sebanyak seperti teman saya, baru dua kali hehehe

Langsung ni sobat saya kasih



10 Niat Menikah

1.           Karena melaksanakan perintahnya Allah.

"و أنكحوا الأيام منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله سميع عليم " سورة النور : 32.
 
2.           Karena ikut sunnah Rasulullah.

"يايها الشباب من استطاع منكم الباءة فاليتزوج فإنه أغض للبصر و أحسن للفرج "

3.           Niat menjaga mata dan kemaluan dari hal-hal yang diharamkan Allah.

4.           Niat untuk membahagikan Rasulullah nanti di hari akhir.

  "تناكحوا تكاثروا فإني مباه بكم يوم القيامة "

5.           Niat agar mempunyai keturunan anak sholeh, yang nantinya dari anak sholeh tersebut mengalir amal jariyah untuk kita ketika kita meninggal. 

"إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له" رواه مسلم.
6.           Niat mempunyai keturunan yang misalkan meninggal dunia sebelum diwaktu kecil, dan kita sabar ia akan member syafaat kepada kita.

7.           Sabar dengan kekurangan dan kesalahan pasangan yang akan berbuah pahala yang besar:
"من صبر على سوء خلق زوجته أعطاه الله تعالى مثل ما أعطى أيوب عليه السلام من الأجر والثواب . و من صبرت على خلق زوجها أعطاها الله تعالى أجر من قتل في سبيل الله تعالى"
" ما رأيت من ناقصات عقل و دين أذهب للب الرجل الحازم من إحداكن "
 هذا الحديث ليس لمذمة بل لمهمة- الحبيب علي الجفري .

8.           Mendapatkan pahala dari mua’saroh dengan pasangan: ketika saling melihat tangan saling menggandeng dosa-dosa runtuh. 

9.           Niat menikah supaya ketika bekerja untuk mencari nafkah yang halal maka akan mendapatkan pahala sebagai mana pahal jihad fisbilillah. Disebutkan pula dalam hadis bahwa sedekah yang paling baik adalah sedekah kepada keluarga.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " دينار أنفقته في سبيل الله و دينار أنفقته في رقبة و دينار تصدقت به على مسكين و دينار أنفقته على أهلك أعظمها أجرا الذي أنفقته على أهلك. رواه مسلم  
10.  Niat menikah supaya diantara sepasang suami istri akan mendapatkan ketentraman dan ketenangan dalam hidupnya.  Seperti tertera dalam Ayat Allah:

"  و من آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة و رحمة " الروم-21.  

Hanya sedikit pengetahuan saya, jika ada kesalahan mohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga bermanfaat bagi sobat semua. 
Salam.. 

Kamis, 05 Maret 2015

Galau di Tahun 2015



Galau di Tahun 2015
Jadi gini sob, gue pengen nulis santai nih untuk kali ini, kurang lebih tentang diri gue sendiri, judulnya galau di tahun 2015,wkwk tau nggak kenapa ? so lanjutin aje ye bacanye ye..
Ok, ceritanya gini, gue sekarang kuliah di University of Africa semester  tiga, kalo Allah mengizinin bulan depan lanjut semester empat, tapi disinilah sebenernye titik ke galauan gue, sebelumnye gue mau ngasih prolog tentang gue kok bisa nyasar kuliah di Sudan, Africa Utara.
Dulu gue sekolah di.. sebut saja  (Mafa) selama tujuh tahun, kalian pasti bertanya-tanya kok lama banget ya sekolahnya, ?? hemm jadi sob, gue sekolah di sana mulai dari diniyah ula selama sasu tahun abis itu langsun lanjut Tsanawiyah tiga tahun, terus aliyahnya juga di sana tiga tahun, Alhamdulillah bisa di katakan lancar, mungkin karna barokah dan doa para sesepuh atau Kiai disana, itu singkat ceritanye.
Setelah gue lulus sekolah mamah nyuruh gue kuliah yang deket-deket aja dari rumah, tapi waktu itu gue tolak mentah-mentah, karna waktu itu gue punya plan kuliah di jakarta bisa di katakan impian gue tuh kuliah di kota, Universitas Indonesia (UI). But my mom tidak mengizinkan dengan berbagai alasan, so nganggur deh dua bulan di rumah, setelah merayu dengan berbagai alasan akhirnya mamah mengiznkan gue ke Jakarta. Yes !!! kata gue,,
Selama di Jakarta kurang lebih delapan bulan gue ikut bimbel alias (bimbingan belajar) di Nurul Fikri mampang, di NF gue belajar banyak hal tentang pelajaran umum, apa lagi Matematika (MTK) hee, abis itu gue ikutan ujian SNMPTN, nah  waktu itu gue dapet lokasi ujian di SMA 108 kayaknya,, tau dah lupa, sumpah susah banget soal-soalannya tapi waktu itu gue banyak yg bisa lah kecuali MTK behh ampun dah, cuman lima soalan yang bisa gue jawab dari puluhan pertanyaan, dan alhasil nol untuk masuk UI tapi lolos masuk UIN Jakarta Ekonomi Syariah, gue tetep bersyukur waktu itu, udah singkat aje yee kalo gue ceritain semua sampe sepuluh halamanpun nggak bakalan selesai  wkwk.
Next setelah regristrasi di UIN Jakarta dapet kabar dari Sudan, mas Taufiq namanya, ini Hid (nama pangilan gue sebelom rony hehehe) ada beasiswa  untuk empat anak Mafa, kamu mau nggak ? waktu itu gue ya antara biggung senang dan susaha, hehe, susash banget untuk ninggalin Jakarta, because I have my sweet girl you know ?? ckck senang kalo mamah gue mendengar berita ada beasiswa ke Sudan, soanya nunggu pengumuman dari Kemenag (kementrian Agama) nggak muncul-muncul pengumumannya, oh ya pasti binggung yak kok tiba-tiba nyambung ke Kemenag ?? jadi dulu habis ujian SNMPTN ada juga ujian kuliah ke luar negri, waktu itu gue ikut ujian ke Sudan dan Mesir yang di adakan Kemenag, singkat saja gue meng iyakan untuk melanjutkan ke Sudan karena birrul walidayn (orang tua).
 Tanggal 26 Oktober 2012 gue akhirnya sampai di Sudan, naik pesawat metro mini alias Yemenia Airways, tau ngga kenapa gue nyebutnya pesawat metro mini ? soalnya ya kurang lebih sama, seperti metro mini, udah nggak enak banget di tumpangi abis itu sering menurun naikkan penumpang lagi di berbagai negara, ah sumpah ampun deh, mending Lion Air eh sama dah kayaknya ckckck
Jam tiga pagi gue sampe Sudan konon katanya negara yang panas, dan panas bangat tapi alhamdulillah, waktu itu malah gue kedinginan, untung pake jaket, di pintu keluar bandara udah ada kakak senior yang jemput gue, mas Taufiq, mas Munif and mas Siddiq, langsung aja ye gue cepetin ceritanye, gue lolos ujian masuk di Omdurman Islamic University di temani cak Syuhadak sok coll but I like it, hee (biar seneng). Di akhir tahun gua udah mulai galau karna perubahan cuaca dan tempat tinggal yang jauh membuat gue cepet capek dan kadang bolos kuliah, jadinya nilai ujian gue jeblok semua, eh nggak semua deh dari dua belas mata pelajaran dan sekian SKS separuhnya doang yang lulus, dengan berat hati harus rela mengulang lagi di tahun berikutnya, tapi gue cuma setahun aja kuliah di Omdorman Islamic University dan pindah ke International University of Africa berkat saran mas Munif mas Siddiq dan mas Taufiq, “udah Ron kamu pindah aja di universitas africa, selain lebih deket juga bahasanya lebih bagus disana”  kurang lebih begitu kata beliau. Dan nggak mau ambil pusing akhirnya gue pindah.
Setelah gue pindah kuliah, ke galauan bukannya hilang malah maikn nambah, bebean fikiran gue yang nggak lulus tahun lalu selalu membayangi gue, dan bener, ujian semester satu gue ada yang nyangkut tiga mata kuliah dari sebelas matakul, agak was was waktu itu, tapi Alhamdulillah, berkat doa mamah dan kesungguhan belajar, tiga matakul tersebut lolos setelah ujian ke dua, atau orang sini bilang ujian daur tsani, lanjut semester dua, liat mudzakiroh(sks) makin tebel aja bikin gue kelabakan, belom lagi sambil kerja, hemm mampus deh, dan !! bener dalam hati gua nanti pasti ada yang nyangkut di semester dua dari sepuluh matakul, yupp nyangkut maning nyangkut maning, tapi lumayan Cuma dua tapi sayang, di ujian yang ke dua masih nggak lulus satu matakul hemm ya sudah lah gue ikhlasin dalem hati, kurang cuman satu nilai padahal, tapi ya sudah, mungkin memang belom waktunya, tapi masih bisa lanjut di semester berikutnya gue bersyukur banget.
Masuk semester tiga. Yups, niat mulai ditata kembali di awal semester ganjil ini, karna nggak mau mengulangi kesalahan yang ke sekian kalinya, akhirnya gue sadar niat awal gue kuliah di Sudan yaitu tolabul ilmi (belajar, mencari ilmu), bukan bekerja, di awal bulan gue kuliah semester tiga rajin banget ngampus, kemana-mana bawa kitab atau mudzakiroh (sks) dan nggak lagi kerja, karna saya fikir uang tabunggan sisa kerja tahun lalu masih cukup untuk nyambung hidup selama satu tahun di Sudan.
Pada pertengahan semester tiga banyak sekali tawaran kerja wirausaha, hemm cobaan selalu datang tiba-tiba, akhirnya gue masuk lagi ke lobang yang sama alias nyambi kerja lagi sob (part time), maklum kalo udah rizqinya mah nggak bakal kemana, ckck..  tapi cuman dua bulan aja gue kerja waktu itu karna gue ingat lagi niat awal tolabul ilmi. dua bulan sebelum ujian gue bener-bener fokus sama materi kuliah, sampe tidur-tidur di masjid, tapi al hasil sama saja, nyangkut lagi nyangkut lagi, sumpah ini bikin gue tambah  galau nggak ketulungan sob, pengen balik INA (Indonesia) saja rasanya.
Dalam beberapa hari ini gue merenung sob, apa salah gue kok masih saja nyangkut matakul gue,, lu pernah mikir nggak gimana perasaan gue saat ini, pasti nggak ?? haha ya iyalah apa hubungannya sama kalian yee, akhirnya gue sadar kesalahan gue kenapa selalu nyangkut, buat gue ini memang di luar dugaan bisa kuliah di LN (luar negri), apalagi menggunakan bahasa arab untuk pengantar selama belajar mengajar di Sudan, udah jelas-jelas gue nggak menguasai bahasa arab secara vokal apa lagi untuk memahami matakul yang semuanya menggunakan bahasa arab kitab tebek-tebel, itu sob yang pertama gue menyadari kekurangan gue, memang gue paksain untuk kuliah di LN karena ya itu tadi, ingin membahagiakan orang tua.
Kalo gue boleh bilang, sebenernya semua keingginan orang tua kita nggak harus kita turuti sob, soalnya kita juga harus memikirkan kekuatan diri kita, kalo udah kayak gue gini ya mau gimana lagi, harus menanggung segala resiko yang ada, tapi buat gue selama masih ada mamah yang selalu ngedukung kita, semua nggak menjadi masalah atau beban sob, dan karena support beliaulah yang membuat gue kuat dan terus bertahan sampai detik ini.
Cita-cita gue yang tertunda kuliah di ekonomi managemen membuat gue agak malas-malasan di jejali materi lugoh arobiah (bahasa arab), dengan berat hati gue harus menerima dan menelan dengan rasa pahit yang udah jelas itu bukan bidang gue, tapi disini gue harus tetap terjun ke dalamnya karena nggak mungkin gue menyerah hanya karna bukan bidang gue, gue yakin sekali apa yang udah gue lakukan  saat ini benar dan udah jalan yang harus gue lalui dengan tulus ikhlas, sampai lulus kuliah kelak membawa prestasi dari LN untuk mamah tercinta.
Gue Cuma ingin ngasih masukan sama kawan semua, pikirkanlah pertimbangkanlah sebelum kalian melangkah untuk hal yang ada kaitannya untuk masa depan kalian alias kuliah mengambil jurusan. Thanks for all.
Oh ya, satu hal lagi yang harus kalian tau, bukannya gue nyombongin diri ye tapi berkat ini semua tanpa gue duga, selama kuliah tiga tahun di Sudan belom pernah sama sekali minta kiriman dari orang tua gue, tahun pertama gue di Sudan malah ngirimin orang tua gue tapi ya tidak seberapa, dan bisa pulang ke Indonesia dua kali loh selama tiga tahun ini, dengan hasil keringat sendiri, plus umroh Tahun 2014 lalu, pokoknya subhanallah dah, gue sangat beryukur banget.
Dua bulan lalu mamah gue ngirimin uang lima belas juta buat gue pulang, tapi alhamdulillah ada uang sendiri buat pulang jadi uangnya masih ada di rekening utuh, ceritanya buat nikah nanti haha nglantur jadinya, so bye bye...