Kenapa harus
merantau ke Sudan?
Seringkali
kita mendengar nama Negara-negara besar
dalam dunia pendidikan dari daratan timur sampai ke barat. Namun setiap
Negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dunia pendidikan, bisa
dibilang punya nilai plus dan minus.
Baiklah dari
sekian benua dan sekian banyak Negara yang menyodorkan dunia pendidikannya mari
kita tengok benua Afrika (Benua hitam) tepatnya Negara Sudan. Karena mayoritas
manusia yang tinggal di benua afrika berkulit gelap atau hitam termasuk Sudan
maka dari itulah disebut benua hitam.
Sudan adalah
salah satu Negara yang dilirik oleh para penuntut ilmu dari Indonesia,namun
Sudan sendiri belum begitu membooming namanya ditelinga masyarakat luas
Indonesia tidak seperti Negara tetangganya Mesir.
Sudan atau
biasa disibut nagara dua nile ini juga menjadi sasaran para mahasiswa Indonesia
yang tentunya ingin menyicipi dunia pendidikan di negeri yang bersebelahan
langsung dengan mesir. Dalam bidang pendidikan formal, Sudan mempunyai banyak
universitas ternama yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Diantara
perguruan tinggi tersebut adalah Khartoum University, Omdurman Islamic
University, El-Nilein University, Khartoum International Institute of Arabic,
Universitas Al Quran Al Karim dan yang paling muda adalah International
University of Africa.
Imam
syafi’ie pernah berkata : Sungguh aku melihat air yang tergenang membawa
bau yang tidak sedap. Jika ia terus mengalir maka air itu akan kelihatan bening
dan sehat untuk diminum. Jika engkau biarkan air itu tergenang maka ia akan
membusuk.
Lalu kenapa
memilih sudan sebagai tujuan para penuntut ilmu?
Dalam hijrah
menuntut ilmu paling tidak harus memiliki beberapa tujuan atau dasar sebagai
berikut :
Pertama memperluas pola pikir, dengan
hidup di dunia yang jauh berbeda dari biasanya pikiran kita akan terbuka bahwa
ilmu yang telah kita dapat di daerah tidak hanya sampai pada ruang lingkup yang
kecil dan sempit seperti pemahaman kita yang hidup di daerah. Terus berkembang
seiring dengan perkembangan zaman, karena pola pikir yang baik dan sistematis
membuat kita menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi hidup dan
menciptakan inovasi untuk kemajuan bangsa. Kedua mengetahui keragaman suku, ras, budaya dan adat istiadat dari setiap daerah. Untuk mengetahui semua itu tidak mungkin hanya berdiam di daerah kita, sekarang waktunya beranjak dari daerah untuk mengetahui keragaman Indonesia dan betapa indahnya perbedaan yang tercipta dari setiap daerah di Indonesia.
Ketigapengaruh positif lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat di sekitar. Sebagian orang berfikir bahwa lingkungan kampus di kota-kota besar penuh dengan kebebasan, senang-senang, hang out dengan teman-teman, itu hanya bagi orang-orang yang melupakan mimpi-mimpi mereka yang sebenarnya mereka punya. Lingkungan kampus justru membantu kita untuk meniti sedikit demi sedikit segala angan yang kita impikan. Lingkungan kampus merupakan wadah bagi kita untuk mengekspresikan diri dengan segala ide-ide yang kita miliki. Jadi, jangan takut untuk tinggal jauh dan meninggalkan daerah untuk menuntut ilmu karena itu merupakan suatu pilihan tepat untuk menaklukkan mimpi-mimpi besar kita.
Keempatmelatih diri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Banyak berlatih itu akan membuat kita terbiasa dan lebih meningkatkan potensi diri, dengan kita terus melatih diri beradaptasi dengan lingkungan baru tak lama kemudian lingkungan akan takluk dengan kita, karena kita pasti bisa. Jika kita berhasil beradaptasi dengan sesama manusia, lingkungan dan sebagainya maka peluang kesuksesan akan lebih mudah kita raih.
Kelimahidup mandiri, disaat masih di
bangku sekolah segala sesuatu disiapkan oleh orang tua, tak selamanya orang tua
menyiapkan segala keperluan kita. Seorang mahasiswa tidak harus bergantung pada
orang tua, aduhh kita sudah dewasa . kita harus berani dan melakukan segalanya
sendiri dan itu menjadi bekal yang berharga buat nantinya. Menjalani hidup
dengan jerih payah sendiri bukan berarti tidak memerlukan bantuan orang lain,
kita itu makhluk sosial saling tolong-menolong.
Dan yang terakhirmenambah pengalaman yang belum
pernah dialami sebelumnya. Pengalaman baik maupun buruk ada makna yang dapat
menjadi pelajaran berharga dalam hidup.
Dalam beberapa landasan dan target minimal yang telah disebutkan
tadi rupanya sudan sendiri sudah memenuhi kriteria tersebut. Terlebih lagi
Sudan sendiri memiliki bahasa pengantar atau bahasa resmi yaitu Bahasa Arab.
Selain itu warga pribumi sendiri terkenal ramah dan halus dalam berbahasa dan
berinteraksi khususnya kepada warga asing termasuk mahasiswa Indonesia.
Di Sudan sendiri sangat cocok untuk mendalami bahasa Arab fusha
(bahasa arab resmi) karena kebanyakan kosakata setiap kalimat hampir sama
dengan bahasa arab resmi,tidak seperti Negara-negara arab yang juga menggunakan
bahasa arab akan tetapi bahasanya tercampur dengan bahasa local. Mesir
contohnya,salah satu kiblat para penuntut ilmu tersebut menggunakan bahasa arab
akan tetapi tercampur dengan cara pengucapan yang hasilnya sedikit berbeda
dalam bahasa arab yang asli.
Selain itu juga, sudan memiliki ratusan bahkan ribuan tempat
menggali ilmu qur’an,baik mengkaji sampai khusus untuk menghafal qur’an
menjamur dinegara dua nile ini.
Rupanya ini juga salah satu daya tarik mahasiswa Indonesia untuk
hijrah ke Sudan selain hanya sekedar duduk di bangku kuliyah bisa diselingi
menambah hafalan qu’an pada sela-sela libur panjang semester.
Itulah beberapa alasan mengapa Sudan mulai dilirik dan menjadi
tujuan para penuntut imu khususnya Indonesia.
Lalu kenapa takut dan merasa aneh dengan sudan???
Penulis istikhori.
untuk majalah TAF
BalasHapuswah menarik om, kali-kali share foto di Sudannya atuh :D
Hapushehe kemaren mau ngepos foto" di sudan sayang hardisnya hilang jd ya wassalam..
BalasHapus