Rabu, 13 Agustus 2014

Mengapa harus menuntut ilmu di Sudan



Kenapa harus merantau ke Sudan?


Seringkali kita mendengar nama Negara-negara besar  dalam dunia pendidikan dari daratan timur sampai ke barat. Namun setiap Negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dunia pendidikan, bisa dibilang punya nilai plus dan minus.
Baiklah dari sekian benua dan sekian banyak Negara yang menyodorkan dunia pendidikannya mari kita tengok benua Afrika (Benua hitam) tepatnya Negara Sudan. Karena mayoritas manusia yang tinggal di benua afrika berkulit gelap atau hitam termasuk Sudan maka dari itulah disebut benua hitam.
Sudan adalah salah satu Negara yang dilirik oleh para penuntut ilmu dari Indonesia,namun Sudan sendiri belum begitu membooming namanya ditelinga masyarakat luas Indonesia tidak seperti Negara tetangganya Mesir.
Sudan atau biasa disibut nagara dua nile ini juga menjadi sasaran para mahasiswa Indonesia yang tentunya ingin menyicipi dunia pendidikan di negeri yang bersebelahan langsung dengan mesir. Dalam bidang pendidikan formal, Sudan mempunyai banyak universitas ternama yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Diantara perguruan tinggi tersebut adalah Khartoum University, Omdurman Islamic University, El-Nilein University, Khartoum International Institute of Arabic, Universitas Al Quran Al Karim dan yang paling muda adalah International University of Africa.

Imam syafi’ie pernah berkata : Sungguh aku melihat air yang tergenang membawa bau yang tidak sedap. Jika ia terus mengalir maka air itu akan kelihatan bening dan sehat untuk diminum. Jika engkau biarkan air itu tergenang maka ia akan membusuk.

Lalu kenapa memilih sudan sebagai tujuan para penuntut ilmu?
Dalam hijrah menuntut ilmu paling tidak harus memiliki beberapa tujuan atau dasar sebagai berikut :
Pertama memperluas pola pikir, dengan hidup di dunia yang jauh berbeda dari biasanya pikiran kita akan terbuka bahwa ilmu yang telah kita dapat di daerah tidak hanya sampai pada ruang lingkup yang kecil dan sempit seperti pemahaman kita yang hidup di daerah. Terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, karena pola pikir yang baik dan sistematis membuat kita menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi hidup dan menciptakan inovasi untuk kemajuan bangsa.
Kedua mengetahui keragaman suku, ras,  budaya dan adat istiadat dari setiap daerah. Untuk mengetahui semua itu tidak mungkin hanya berdiam di daerah kita, sekarang waktunya beranjak dari daerah untuk mengetahui keragaman Indonesia dan betapa indahnya perbedaan yang tercipta dari setiap daerah di Indonesia.
Ketigapengaruh positif lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat di sekitar. Sebagian orang berfikir bahwa lingkungan kampus di kota-kota besar penuh dengan kebebasan, senang-senang, hang out dengan teman-teman, itu hanya bagi orang-orang yang melupakan mimpi-mimpi mereka yang sebenarnya mereka punya. Lingkungan kampus justru membantu kita untuk meniti sedikit demi sedikit segala angan yang kita impikan. Lingkungan kampus merupakan wadah bagi kita untuk mengekspresikan diri dengan segala ide-ide yang kita miliki. Jadi, jangan takut untuk tinggal jauh dan meninggalkan daerah untuk menuntut ilmu karena itu merupakan suatu pilihan tepat untuk menaklukkan mimpi-mimpi besar kita.
Keempatmelatih diri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Banyak berlatih itu akan membuat kita terbiasa dan lebih meningkatkan potensi diri, dengan kita terus melatih diri beradaptasi dengan lingkungan baru tak lama kemudian lingkungan akan takluk dengan kita, karena kita pasti bisa. Jika kita berhasil beradaptasi dengan sesama manusia, lingkungan dan sebagainya maka peluang kesuksesan akan lebih mudah kita raih.
Kelimahidup mandiri, disaat masih di bangku sekolah segala sesuatu disiapkan oleh orang tua, tak selamanya orang tua menyiapkan segala keperluan kita. Seorang mahasiswa tidak harus bergantung pada orang tua, aduhh kita sudah dewasa . kita harus berani dan melakukan segalanya sendiri dan itu menjadi bekal yang berharga buat nantinya. Menjalani hidup dengan jerih payah sendiri bukan berarti tidak memerlukan bantuan orang lain, kita itu makhluk sosial saling tolong-menolong.

Dan yang terakhirmenambah pengalaman yang belum pernah dialami sebelumnya. Pengalaman baik maupun buruk ada makna yang dapat menjadi pelajaran berharga dalam hidup.

Dalam beberapa landasan dan target minimal yang telah disebutkan tadi rupanya sudan sendiri sudah memenuhi kriteria tersebut. Terlebih lagi Sudan sendiri memiliki bahasa pengantar atau bahasa resmi yaitu Bahasa Arab. Selain itu warga pribumi sendiri terkenal ramah dan halus dalam berbahasa dan berinteraksi khususnya kepada warga asing termasuk mahasiswa Indonesia.
Di Sudan sendiri sangat cocok untuk mendalami bahasa Arab fusha (bahasa arab resmi) karena kebanyakan kosakata setiap kalimat hampir sama dengan bahasa arab resmi,tidak seperti Negara-negara arab yang juga menggunakan bahasa arab akan tetapi bahasanya tercampur dengan bahasa local. Mesir contohnya,salah satu kiblat para penuntut ilmu tersebut menggunakan bahasa arab akan tetapi tercampur dengan cara pengucapan yang hasilnya sedikit berbeda dalam bahasa arab yang asli.

Selain itu juga, sudan memiliki ratusan bahkan ribuan tempat menggali ilmu qur’an,baik mengkaji sampai khusus untuk menghafal qur’an menjamur dinegara dua nile ini.
Rupanya ini juga salah satu daya tarik mahasiswa Indonesia untuk hijrah ke Sudan selain hanya sekedar duduk di bangku kuliyah bisa diselingi menambah hafalan qu’an pada sela-sela libur panjang semester.

Itulah beberapa alasan mengapa Sudan mulai dilirik dan menjadi tujuan para penuntut imu khususnya Indonesia.
Lalu kenapa takut dan merasa aneh dengan sudan???

Penulis istikhori.

3 komentar:

  1. Balasan
    1. wah menarik om, kali-kali share foto di Sudannya atuh :D

      Hapus
  2. hehe kemaren mau ngepos foto" di sudan sayang hardisnya hilang jd ya wassalam..

    BalasHapus